Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hikmah Sakit Dalam Pandangan ISLAM

Hikmah Sakit Menurut Pandangan Islam

Sakit, adalah kata yang kita ketahui sejak usia kita masih balita, tanpa diajaripun kita sudah mengenal rasa sakit, kita menangis ketika kita merasakan sakit yang belum bisa diungkapkan dengan kata kata sewaktu masih bayi bukan!.

Sakit adalah kondisi dimana si penderita mengalami penurunan kondisi fisik yang dapat disebabkan oleh banyak faktor, sebagai manusia yang normal dan biasa kita lumrah berfikir bahwa sakit adalah suatu hambatan untuk mengerjakan aktivitas dan rutinitas sehari-hari, tetapi menurut islam ada beberapa hikmah yang terkandung dalam musibah sakit ini.

Agar kita dapat ikhlas dan berlapang dada ketika sakit maka dapat dibaca beberapa hikmah sakit yang di berikan oleh Allah SWT berikut ini.


Sakit Adalah Ujian

                Firmah Allah SWT

                “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (QS. Al-Baqarah: 155-156).

            Kalian harus menyadari bahwa Allah pasti akan menguji setiap orang yang mengaku beriman padanya, untuk apa? untuk mengetahui yang mana hambanya yang penuh dengan kesabaran dan kadar iman yang tinggi. Karena Iman tidaklah sesederhanya ucapan lisan yang hilang diterpa angin, tetapi iman adalah tindak tanduk yang teraplikasi dalam kehidupan nyata.

 

                 "Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Kalau Allah mencintai seseorang, pasti Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Barangsiapa yang ridha menerima cobaanNya, maka ia akan menerima keridhaan Allah. Dan barangsiapa yang kecewa menerimanya, niscaya ia akan menerima kermurkaan Allah". (HR. Tirmidzi)

Sakit Adalah Azab

Yah tepat sekali, salah satu penyebab sakit adalah Azab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada kita bisa jadi sebagai teguran dan bisa untuk membinasakan kita.

Firman Allah SWT:

"Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih bergantiagar mereka memahami(nya)"" (QS. Al-An’aam: 65)

Maka dari itu, Pertaubatan adalah langkah awal menuju kesembuhan. Pada hakikatnya segalamacam yang menimpa diri kita adalah karena perbuatan kita sendiri, tidak ada istilah tetangga yang menanam kita yang panen, dan kita yang menanam orang lain yang memanen, apapun itu kitalah sang penuai perbuatan kita.

Sakit Sebagai Penebus Dosa dan Kesalahan

Sakit adalah penebus dosa dan kesalahan seorang mukmin.

“Tidaklah sakit seorang mukmin, laki-laki dan perempuan, dan tidaklah pula dengan seorang muslim, laki-laki dan perempuan, melainkan Allah Swt menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan hal itu, sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pohon.” (HR. Ahmad, 3/346).

Banyak yang mengira bahwa hadist tersebut diperuntukkan hanya untuk penderita sakit berat atau yang sudah tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Padahal sebenarnya berbeda dengan dugaan ini, karena seorang hamba akan mendapat pahala dari musibah yang menimpanya, sekalipun hanya sakit ringan, selama ia tetap sabar dan selalu meminta pahala.

Sakit Mengingatkan Betapa Nikmat Sehat

Banyak yang terlena dan lupa ketika mereka sedang dalam kondisi sehat dan kuat, mereka lupa bahwa yang memberikan nikmat itu adalah Allah SWT, dan kita jarang mensyukurinya. Ketika Sehat mereka tak lagi memirkan bagaimana kondisi itu adalah bagian dari cobaan juga, tak mengingat lapang sebelum sempit, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati.

Sesungguhnya Sakit Itu Memperbaiki Hati

Al-‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

            Hati dan ruh mengambil manfaat dengan penyakit dan penderitaan, yang tidak bisa dirasakan kecuali oleh orang yang memiliki kehidupan, sehingga kesehatan hati dan ruh digantungkan atas penderitaan badan dan tekanannya (Syifa`ul ‘alil 524).

Beliau juga mengatakan, “Sebagaimana yang telah diketahui, sesungguhnya jika bukan karena berbagai cobaan dunia dan musibahnya, niscaya hamba mendapatkan berbagai penyakit sombong, bangga diri, dan keras hati, yang menjadi penyebab kebinasaannya, baik yang cepat (di dunia) maupun yang tertunda (di akhirat)".

            Maka kalau bukan karena Allah SWT mengobati hamba-hamba-Nya dengan berbagai obat cobaan dan ujian, niscaya mereka akan berbuat zalim dan melampuai batas. Dan apabila Allah Swt menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, Dia menuangi obat dari cobaan dan ujian menurut kadar kondisinya, dan mengosongkan dengannya dari penyakit-penyakit yang membinasakan, sehingga apabila Dia telah membersihkannya, Dia menempatkannya untuk martabat paling mulia di dunia, yaitu penghambaan, dan pahala tertinggi di akhirat, yaitu melihat-Nya dan dekat dengan-Nya. (Syaifaul Ghalil hal. 524)

 

 

Sumber Referensi:

#https://www.islampos.com/sakit-dalam-pandangan-islam-97540/

 

Post a Comment for "Hikmah Sakit Dalam Pandangan ISLAM"