Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak Penting Punya Ilmu yang Penting Punya Harta

    Pernah nggak sih sobat Insinyur mendengar kalimat di atas? kalau sering berarti kita dalam level ekonomi yang sama dan berada di lingkungan berpendidikan yang mirip. 

    Tapi Menurut Insinyur Ilmu  Adalah yang menjadikan kita layak disebut sebagai manusia!, dalam agama pun Kewajiban untuk menuntu ilmu dinyatakan selesai apabila kita telah menutup usia. 
Pepatah arab mengatakan “ Tuntutlah ilmu hingga ke negeri china”. 

    Orang tua kita juga memilih mengorbankan keinginannya agar kita menjadi berilmu, tak peduli mereka harus mencari uang, yang terpenting bagi mereka kita bisa mendapat kan ilmu, baik itu dari sekolah maupun dari tempat yang lain.
    Dari segi Agamapun kita sangat di tuntut untuk menuntut ilmu sampai kapanpun. yang amalnya tidak akan terputus walau kita telah wafat.

“ kalau bisa jadilah seorang ulama. kalu tak bisa maka jadilah penuntut ilmu",

maksud dari kutipan tersebut adalah orang yang berilmu satu level derajatnya dibanding dengan ulama, sekiranya berat menjadi seorang ulama maka menjadi penuntut ilmu sudahlah paling mulya. , maka nikmat tuhan yang manakah yang telah engkau dustakan?
    
    Imam Syafi’i pernah juga berkata “Semakin aku belajar, semakin pula aku mengerti letak kebodohanku!” 

    Yakinlah saudaraku, orang yang mengatakan bahwa mereka pintar dan hebat dalam mengurusi sesuatu baik itu negara maupun pribadi, mereka itu manusia yang tidak bealjar dan berilmu, karna mereka tidak tau dimana kebodohan mereka. Oleh karena itu yang tepat di kenyataan hidup ini lebih penting lah berilmu ketimbang tak berharta.


Post a Comment for "Tidak Penting Punya Ilmu yang Penting Punya Harta"