Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sajak Bumi Raflessia


Cintaku Pada Raflessia

Rintik hujan yang tak dapat dibilang mungil
Riuh terdengar mengercik memenuhi ruang udara merambat ketelinga
Airnya teduh membasahi permukaan bumi raflesia

Hari ini aku, menyentuhnya dengan penuh harap
Bahwa mereka sejenak memberi jeda 
Agar aku dapat melangkah menuju sumber kepingan kepingan pengetahuan.

Cerita ini masih berlanjut dari potongan potongan kisah
Kisah yang mulai memuai karena cuaca bumi raflesia
Usang lagi menjemukan.

Aku masih terperangkap di antara tumpukan tumpukan manusia raflesia
Jika hati boleh jujur, aku mulai mencintai bumi raflesia dan sejuta ceritanya
Duhai bumi raflesia sabar hingga waktunya tiba 

Aku akan melanjutkan perjalanan ini
Menuju perjalan dan cerita cerita yang lain.

Post a Comment for "Sajak Bumi Raflessia"