Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan Saat Interview (Part 1)


Interview atau Wawancara kerja adalah proses interaksi langsung antara calon karyawan dan pihak pemberi kerja yang diwakili oleh HRD. Yang dilakukan sebagi tahap seleksi untuk mengorek kemampuan kandidat secara lebih detail. Pada proses ini kemampuan anda untuk menjelaskan atau menjual diri anda menjadi kunci melewati tahap ini.

Menjawab pertanyaan pada saat interview tidaklah semudah kelihatannya, perlu persiapan yang baik dan latihan untuk menjawab pertanyaan yang kemungkinan akan muncul. Supaya anda dapat melalui proses interview dengan lebih sukses dan percaya diri. 

Untuk itu saya ingin mengingatkan, bahwa untuk sukses dalam proses interview, anda harus berlatih. Jangan terlalu meremehkan proses ini dengan datang tanpa persiapan apapun, yang ada adalah tidak satupun kemampuan anda yang bisa menarik penginterview. Beberapa pertanyaan mereka seringkali tidaklah jauh berbeda, mau apapun itu perusahaannya. 

Pertanyaan pertanyaan yang muncul biasanya akan seringkali seperti dibawah ini, dan saya mencoba membagikan bagaimana cara menghadapi dan menjawabnya dengan pendekatan yang menarik. Perlu di ketahui, meskipun pertanyaan ini selalu sama tetapi masih juga banyak kandidat yang tidak instropeksi mengenai jawabnya setelah gagal melewati proses ini.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan diskusi dengan narasumber yang berasal dari praktisi HRD di beberapa perusahaan.. Silahkan lanjutkan membaca..

Perkenalkan Diri Anda

Pertanyaan ini adalah pertanyan yang hampir selalu diajukan setiap pembukaan interview, kalau anda jeli pertanyaan ini bisa jadi poin penting diawal interview. 

Karena jawaban anda adalah kesan pertama, maka suasana akan lebih terkendali dan anda yang akan menjadi penentu arah pertanyaan HRD selanjutnya...

Dari cerita beberapa narasumber yang sering menginterview kandidat, mayoritas kandidat akan menjawab pertanyaan tersebut persis seperti yang dulu saya lakukan, kira-kira jawabnya begini!!

“Perkenalkan nama saya Arya, saya lulusan Teknik Mesin Universitas A, saya lahir di palembang, dan saat ini berdomisili di Jakarta karena aktif mencari kerja”

Udah gitu aja?

Jangan-jangan anda salah satunya yang menjawab seperti itu!. Jawaban itu tidak salah kok, kalau anda sedang berdiri di depan podium tentang pemilihan calon Ketua Kelas. Lantas apa jawaban yang HRD harapkan atas pertanyaan tersebut?..

Okee, ini yang anda tunggu! Kira-kira begini jawaban yang paling bagus dan dan diinginkan oleh HRD:

Salam. perkenalkan nama, asal, lulusan kuliah dan jurusan, sedikit informasi pribadi seperti umur boleh kok dilakukan. 

Lanjut jelaskan pengalaman anda mulai dari yang dulu ke sekarang, dalam menjelaskan pengalaman anda, tampilkan hal-hal yang menjadi tanggung jawab dan prestasi. 

Baca contohnya dibawah:

“Selamat pagi bapak/ibu perkenalkan nama saya Samz, saya alumni Teknik Mesin Universitas Z, tahun 2016 saya menyelesaikan study saya dengan ipk 3.2. Selama kuliah saya aktif mengerjakan berbagai project mahasiswa, seperti merancang tungku pelebur aluminium untuk industry rumah tangga, membuat pembangkit listrik tenaga air skala rumahan, dan tak lupa meningkatkan soft skill melalui organisasi mahasiswa.

Pengalaman kerja saya sebelumnya adalah seorang Sales Engineer, dimana saya bertanggung jawab atas performa penjualan, maintain kostumer lama,dan juga mengembangkan potensi baru.  

Pencapaian saya selama bekerja pada posisi ini adalah peningkatan idividual annual sales sebanyak 30% meski dalam situasi pandemi, saya juga punya personal branding yang baik dihadapan lcient saya, sehingga relasi saya yang lama masih akan tetap terjaga kedepannya...lanjutkan ke kalimat penutup".

Oke cukup dulu sampai disitu, selebihnya anda bisa atur dan tambahkan sendiri sesuai penglaman anda, yang ingin saya soroti di sana adalah kalimat bercetak tebal “peningkatan individual sales”.

Kalimat itulah yang saya maksud mencoba untuk mengarahkan kemana HRD akan bertanya selanjutnya, kira-kira penasaran nggak itu HRD?. Jika mereka tertarik untuk menanyakan poin itu, boom!!!! Anda menang satu langkah. 

Apa Yang Menjadi Kekurangan Anda?



Pertanyaan selanjutnya mengenai kekurangan, pertanyaan ini sebenarnya cukup tricky dan perlu berhati-hati menjawabnya, namun tetap usahan jujur dan natural.

Jangan berikan jawaban yang justru membuat anda blunder, misal anda menjawab “Tidak ada!!” ayolah, setiap manusia mempunyai kekurangn kok, justru itu menunjukkan bahwa anda itu tidak mengenali siapa diri anda dan cenderung angkuh karena merasa tidak memiliki kekurangan. Juga sebaiknya akan menjawab kelemahan anda adalah sifat dasar atau pribadi, contoh; “kelemahan saya adalah pemarah, pendendam dan seterusnya..”

Menurut anda kira-kira siapa yang mau mempekerjakan pemarah dan pendendam?..

Berilah jawaban yang menunjukkan kekurangan yang bersifat bisa diperbaiki, dan bukan kelemahan yang akan menggangu performa anda dalam bekerja nantinya.

Anda bisa menjawab seperti dibawah ini;

“Dalam sebuah diskusi ataupun rapat saya sering kali mempersiapkan banyak ide-ide yang bagus untuk kemajuan tim, namun keberanian untuk mengungkapkan pendapat ini seringkali hilang karena lebih banyak gugup dan takut untuk bebicara kedepan.

Akhirnya saya menyadari bahwa keberanian untuk menyampaikan suatu ide sangat lah besar perannya dalam membangun tim yang baik. Beberapa waktu kebelakang selama menjadi sales saya mulai mempelajari bagaimana saya harus menyampaikan pendapat, memberikan masukan ide yang membangun, bahkan sampai ke tahap bagaimana saya harus bisa mempengaruhi client saya agar cenderung ke produk saya.”

Apa Yang Menjadi Kelebihan Anda?

Menjawab pertanyaan ini seharusnya tidak lah terlalu susah, cukup mengenali passion anda maka kelebihan pada diri anda akan katahuan,saran saya jangan berikan jawaban yang anda cari internet!! Itu sudah terlalu umum. Contoh jawaban paling umum; saya pekerja keras, saya cepat beradaptasi..

Bayangkan jika dalam satu hari ada 10 orang yang di interview pada satu kesempatan, dan jawab anda sama dengan ke10 kandidat yang lain, bosan sekali telinga HRD mendengar jawaban klisse seperti itu...

Sebaliknya, temukan kelemahan anda, dan jadikan pembalik keadaan....

Coba lihat contoh berikut:

‘Walaupun pada awalnya saya sering gugup dan tidak percaya diri dalam menyampaikan ide, namun beberapa tahun belakang selama proses memulai untuk memperbaiki kelemahan saya, saya menyadari apa yang menjadi kelebihan terbesar saya yaitu kemampuan untuk berempati.

Dimana rasa empati saya ini berperan besar terhadap hubungan saya terhadap client atau customer selama menjadi sales, saya menanggapi dengan serius apa yang menjadi complain dan keluhan mereka. Sehingga dengan  record  yang saya lakukan inilah saya bisa meyakinkan mereka untuk tetap bekerja sama dan  produk yang saya berikan, mereka menilai bahwa kami memberikan pelayan dan tanggung jawab yang baik sesuai dengan yang disepakati".

Apa yang anda ketahui tentang perusahaan kami?

Bagi anda yang mendapat pertanyaan ini dalam sebuah sesi interview, tolong jangan anggap sepele, karena niat dan keseriusan anda untuk bergabung ke perusahaan mereka dapat dilihat dari jawaban pertanyaan ini. Kepo mengenai apa yang mereka kerjakan, cari tahu info yang seluas luasnya, seolah ada itu tinggal di sebelah kantor dia lah kira kira, jadi luar dalamnya tau. Ketinggalan nih satu lagi ceritakan dengan bahasa anda sendiri.

Pengalaman pribadi saya, HRD bahkan akan langsung memberikan sinyal ketertarikan besar Ketika anda memberikan jawaban yang memang out mind.

Berikut contoh jawaban yang saya berikan ketika interview untuk perusahaan “Pengolah limbah pabrik menjadi Energi Terbarukan’.

Jawaban biasa: 

“perusahaan anda bergerak dibidang ini, dan sudah sekian tahun menangani pengolahan limbah menjadi energy terbarukan, perusahaan anda memegang hak paten teknologi Heat Themperature Phyrolisis yang sangat baik untuk perkembangan energi masa depan”

Jawaban saya: 

“Dulu sewaktu masa kuliah kami harus melakukan KKN sebagai syarat untuk bisa wisuda, setiap kelompok terdiri dari berbagai bidang Pendidikan, baik ekonomi, pertanian, keguruan dan tentunya saya dari jurusan Teknik Mesin.

Kita punya permasalahan limbah plastic di perkotaan,kelompok kami sepakat untuk membuat bank sampah, dimana kita harus mengolah sampah ini menjadi bernilai jual, setiap bidang punya caranya masing masing untuk mengeola limbah ini. Ada yang membuat kerajinan, ada yang membuat kompos, bermacam macam kreasi kami lakukan. 

Sebagai anak teknik tentu aspek penambahan nilai dari sampah ini harus menampilkan sense of engineering saya bukan!!, akhirnya saya coba membuat demo sederhana mengenai penyulingan minyak berbahan dasar plastik. Dengan peralatan sederhana, tungku dan tube pelebur sederhana, semuanya berhasil.

Nah apa yang saya lakukan tersebut kurang lebih sama dengan apa yang perusahaan bapak lakukan, proses pyrolisis atau pembakaran yang menghasilkan energi terbarukan namun perusahaan bapak melakukannya dengan skala yang jauh lebih besar dan jauh lebih kompleks”

Kira-kira menurut anda, jawaban mana yang membuat terkesan?...

Baiklah, karena sudah lumayan panjang dan pegel untuk menulis, 3 poin pertanyaan lainnya akan saya sambung di Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan saat Interview (Part 2). Kalau ada yang mau di diskusikan silahkan tulis di komen ya...

Salam..

Post a Comment for "Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan Saat Interview (Part 1)"