Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Procurement dan Purchasing

Apa perbedaan antara procurement dan purchasing?

Pengertian procurement dan perbedaanya dengan purchasing

Untuk mengetahui perbedaan antara procurement dan purchasing kita dapat membahasnya melalui tugas dari masing-masing job desk. Namun secara fakta, kedua job desk pekerjaan ini memang terdengar mirip di telinga orang Indonesia.

Kalau berdasarkan kamus bahasa inggris, procurement berarti pengadaan sedangkan purchasing berarti pembelian.

Pengertian Procurement dan Purchasing

Menurut beberapa buku, perbedaannya adalah procurement menjalankan fungsi strategis dan proses yang lebih banyak di internal, dan purchasing menjalankan fungsi operasional yang sifatnya transaksional baik dalam mencari produk ataupun layanan.

Misalnya:

Procurement melakukan pengamatan tentang spek material tertentu, negosiasi, dan melakukan perencanaan mengenai suatu pengadaan.

Purchasing melakukan tindakan dari hasil olah pekerjaan procurement seperti, melakukan pembelian dengan cara release PO dan mengatur pembayaran.

Walaupun mereka melakukan fungsi pekerjaan yang berbeda, namun yang perlu anda ingat adalah mereka sebenarnya berada dalam satu departemen yang sama.

Procurement vs Purchasing

Untuk lebih mudah memahaminya, anda bisa baca perbedaan tugas dan tanggung jawab antara procurement dan purchasing berikut ini:

Procurement:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan perusahaan dan merumuskan requirementnya.
  2. Mencari supplier lokal maupun internasional yang bisa supply
  3. Negosiasi term and condition, contract dll.
  4. Melakukan pengehematan budget
  5. Membangung relasi dan hubungan baik dengan supplier

Purchasing:

  1. Menerima purchase requisitions ( PR ) atau menerima perintah pembelian
  2. Mengevaluasi Quotation ( harga yang di tawarkan ) oleh para supplier
  3. Membuat dan memproses sebuah Purchase Order
  4. Menerima barang dan berintegrasi dengan warehouse
  5. Memproses dan mengatur pembayaran atas barang yang di beli.
Mengikuti perkembangan zaman, sekarang procurement sendiri biasanya sudah dibuat dalam bentuk sistem komputer. Karena dengan sistem, procurement akan lebih cepat dan dinamis, karena tidak memerlukan waktu lama untuk memutuskan suatu problem yang kritis.

Sistem akan otomatis mengupdate, dan memberi notifikasi material mana yang akan dibutuhkan dalam waktu dekat. Beberapa sistem yang bisa di gunakan saat ini untuk melakukan tugas procurement adalah sebagai berikut:

  • SAP (System Aplication and Product), software ini berbasis ERP, dimana semua departement bisa di integrasikan, mulai dari produksi, warehouse, accounting, dan procurement.
  • RFQ otomatis, jadi ketika stock bahan baku menipis, maka akan muncul permintaan pembelian secara otomatis.
  • Purchase Order otomatis, dimana sistem akan otomatis melakukan pembelian ketika supplier yang cocok di dapatkan.
Masih banyak lagi sistem yang bisa mendukung kinerja procurement dan purchasing saat ini. Apalagi era digital, bisa membuat pekerjaan di lakukan secara remote atau jarak jauh namun dengan efektivitas yang sama.

Kesimpulan

Demikianlah perbedaan antara procurement dan purchasing, dimana procurement adalah bagian yang mengatur dan merencanakan pengadaan mulai dari mengidentifikasi kebutuhan, mencari supplier dan negosiasi metode pembayaran.

Purchasing kemudian melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh procurement, yang mana purchasinglah yang mengeluarkan purchase order, mengatur pengiriman, sampai dengan melakukan pembayaran kepada supplier.

Post a Comment for "Perbedaan Procurement dan Purchasing"