Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenali Dulu, Perbedaan LRT MRT dan Kereta Cepat

Apakah kamu menyadari bahwa semakin berkembangnya zaman maka jenis transportasi juga semakin banyak? Nah, pembahasan kali ini mengenai kenali dulu, perbedaan LRT MRT dan kereta cepat yang mungkin saja belum diketahui banyak orang. Sehubungan dengan hal tersebut transportasi di Indonesia (khususnya Ibukota Jakarta) juga semakin beragam.

Transportasi yang baru bermunculan seperti LRT dan juga MRT, kedua transportasi tersebut sama-sama menggunakan rel baru yang sama seperti kereta api bawah tanah di luar negeri, keren sekali bukan?

Kenali Dulu, Perbedaan LRT MRT dan Kereta Cepat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa belum banyak orang yang mengetahui apa perbedaan LRT dan MRT, bahkan ada yang menganggap bahwa keduanya adalah sama, padahal berbeda. Maka dari itulah kamu perlu kenali dulu, perbedaan LRT MRT dan kereta cepat.

Sebenarnya untuk MRT (Mass Rapid Transit) pembangunannya dibutuhkan waktu lama, bahkan hingga enam tahun. MRT dibangun pada tahun 2013 lalu dan baru bisa selesai di tahun 2019. Untuk Jakarta sendiri memiliki beragam jenis transportasi kereta, antara lain LRT dan juga KRL yang telah ada lebih dulu.

Ketiga transportasi ini menggunakan jenis rel yang sama dan tentunya digerakan dengan memanfaatkan aliran listrik. Walaupun demikian, tetap saja ada perbedaan di antara ketiganya.

1. LRT

LRT merupakan singkatan dari Light Rail Transit adalah kereta api yang tidak bisa menampung penumpang dengan jumlah terlalu banyak. Bahkan jumlah penumpang yang bisa diangkut oleh LRT lebih sedikit dibandingkan dengan KRL dan MRT. LRT hanya bisa menampung sebanyak 628 penumpang saja dalam 1 rangkaian kereta (2-4 gerbong).

Ukuran LRT lebih ramping dibanding kereta lainnya sehingga ruang bergerak lebih sedikit, kecepatannya juga tidak secepat MRT. Walaupun demikian, LRT mempunyai kecepatan yang bisa dibilang lumayan cepat yaitu 90 km/jam.

LRT lebih fleksibel apalagi untuk jalanan Jakarta yang macet, sehingga para penumpang bisa sampai ke tempat tujuan dengan lebih cepat. Maka dari itulah LRT beroperasi dengan jalur layang khusus sehingga bebas hambatan seperti kemacetan.

2. MRT

Poin yang kedua dalam pembahasan kenali dulu, perbedaan LRT MRT dan kereta cepat adalah MRT atau Mass Rapid Transit. Transportasi yang satu ini merupakan rel baru yang ada di Jakarta. Sesuai dengan namanya Mass Rapid Transit mampu mengangkut penumpang dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan LRT. Dalam sekali rangkaian kereta saja MRT bisa mengangkut 1.950 penumpang dengan 6 gerbong.

Kecepatan dari MRT yaitu 110 km/jam, mempunyai dua jalur lintasan yaitu bawah tanah dan layang. Untuk jarak antar stasiunnya juga pendek. Untuk sekarang ini sistem perlintasannya ada dua yaitu bawah tanah (rute Sisingamangaraja-Bundaran HI) dan layang (rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja). Rute tersebut memang hanya disediakan untuk area-area sibuk di Ibukota saja.

Meskipun MRT hanya memiliki rute di kota saja, namun sangat membantu para penumpang yang ingin tiba di tempat tujuan dengan on time. Apalagi MRT memiliki jalur khusus bawah tanah yang tentunya bebas hambatan. Kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 menit saja untuk dapat tiba di tiap stasiunnya.

Ada banyak sekali hal-hal menakjubkan dari pembangunan MRT ini, salah satunya adalah MRT dibuat dengan memanfaatkan bor raksasa yaitu Tunnel Boring Machine dengan panjang 6 km (sekitar 500 paus) untuk MRT bisa lewat. Sedangkan mengenai stasiunnya sendiri dibuat dalam ukuran tinggi 4 jerapah yang ditumpuk, sangat keren ya!

3. Kereta Kecepatan Tinggi

Dan poin terakhir dalam artikel kenali dulu, perbedaan LRT MRT dan kereta cepat yaitu kereta kecepatan tinggi. Ini merupakan transportasi massal yang memanfaatkan rel dengan kecepatannya sendiri di atas 200 km/jam (125 mil/jam).

Biasanya untuk kecepatan tinggi ini dapat berjalan dengan laju mulai dari 250 km/jam (150 mil/jam) sampai dengan 300 km/jam (180 mil/jam). Untuk rekor kecepatan kereta paling cepat di dunia telah didapatkan oleh kereta Prancis TGV di tahun 2007 lalu dengan kecepatan mencapai 574,8 km/jam (357,16 mpj). Kemudian ada juga eksperimen yang dilakukan oleh Maglev dengan kecepatan hingga 581 km/jam.

Hingga saat ini beberapa negara di dunia sudah membangun dan juga mengembangkan infrastruktur kereta api dengan kecepatan tinggi sebagai alat transportasi antar kota-kota besar, seperti di Tiongkok, Belgia, Prancis, Jerman, Denmark, Jepang, Belanda, Italia, Rusia, Polandia, Spanyol, Korea Selatan, Taiwan, Swedia, dan lain sebagainya.

Demikian pembahasan mengenai kenali dulu, perbedaan LRT MRT dan kereta cepat. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan kamu dapat lebih mengetahui perbedaan di antara ketiga transportasi tersebut. Semoga ke depannya akan tersedia transportasi lain di Indonesia ya.

Post a Comment for "Kenali Dulu, Perbedaan LRT MRT dan Kereta Cepat"